RSS

Graffity - berawal dari dongeng :D (ㅎㄱㅁㄹ랴쇼)


tahu ga chingu apa tulisan yang ada di atas???

hehehehe... buat orang yang normal aja kayaknya agak susah nih buat bacanya, apalagi buat yang..... *buta huruf 

jadi.. ternyata gambar diatas ntuh namanya GRAFFITY chingu :D

wooooww :O

hahaha sedikit curhat ni chingu, gue emang gak jago gambar kayak anak" seni rupa, tapi sedikit" gue agak bisa lah.. hahahaha *tetep narsis

jadi gini asal muasal kenapa gue suka bikin graffity. #saatnya mendongeeeeeeeeeeng :D

HAHAHAHA...... $#^%$@@$&^))(**&**&&&&*(^%$$@!@####

waduhhh... :D jadi dulu pas gue SMA. jiaaaah dulu berasa tua banget gue kalo ngomong DULU. hahaiiii :D
lanjuttttt, gue ngoleksi wallpaper di hape. nah diantara ksemua koleksi wallpaper gue ada terselip yang namanya graffity ini. gue liatin... *sambil cengo. ni bacaanya apa.. ni orang yang bikin bisa gitu ya bikin kata yang pajelit kalo orang sunda bilang *sundanese.

trus..... lanjut cerita nih chingu, dongsaeng alias adek gue gak sengaja gue liat lagi bikin coretan" gitu. trus gue tanya apaan nih ko gak kebaca. *tampang OON. nah semenjak itu gue mulai coba" buat bikin graffity. yaaaaa walaupun gak seKEREN, seWOW, seCETAR syahrini. nah loh, kok syahrini sih. hahaha maksud gue gak seHEBAT para kreator graffity yang sudah Profesional *gue gak salah nulis kan??? :D

so, semenjak kejadian itu beberapa hasil karya gue sudah tercipta, ceeeileeeeh KARYA... hahaha ya pokoknya itu lah yah chingu..

well, ini gambar" graffity gue yang pernah gue buat waktu SMA :D

















nah yang ini gue buat pas lagi kuliah alias sekarang" ini...



ini pesenan temen gue yang berhasil gue bikinin :D







nah kurang lebih itu graffity yang udah gue buat. gak ada kata berhenti buat gue STOP bikin graffity.. mulai dari keisengan, bete, ampe niat banget... itu yang gue rasain ketika gue membiarkan tangan gue beraksi di selembar kertas putih. hahahaha *so puitis

tapi chingu selama gue bikin graffity satu keinginan gue yang paling ingin gue coba... apa coba???? hayooo???...

yuuuuuupppssss... BIKIN GRAFFITY DI TEMBOK alias DI TEMPATNYA. secara gitu graffity kan coretan tembok. gak puas kalo gue gak pernah bikin graffity di tembok.

gak muluk" kan chingu??? nah oleh karena itu kalo chingu" semua punya tembok yang kosong boleh tuh buat gue bereksperimen... hhhhaaaaaahahaha sebagai kelinci percobaan. engga ding sebagai gaffity tembok gue yang pertama. :D

nah segitu dulu buat Graffity nya.. nanti gue pasti ngpost karya gue selanjutnya. so, ANNYEOOOOOONG !!!!! :D :D :D ^______^


Sepenggal cerpen (ㅊㄷ게두)


Karena Cinta Itu Cinta
Cerita itu dimulai ketika aku mulai masuk SMA. Saat dimana para remaja seumuranku maresakan indahnya cinta. Namun cerita itu tak sama denganku. Namaku Cinta, tapi kata cinta yang dirasakan para remaja itu sedikitpun tidak melintas dibenakku.
Kata orang cinta itu indah, cinta itu mmanis, tapi ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu menyakitkan. Aneh sekali apa yang dinamakan cinta itu, Sedih dan bahagia bisa di dapatkan dalam waktu yang bersamaan.
Mungkin karena namaku Cinta, aku jadi sial dan cinta tidak mau mendekatiku. Wajahku tidak jelek-jelek amat, bahkan semua teman-temanku kebanyakan cowok. Tapi ada satu hal yang membuat orang enggan mendekatiku, yaitu karena aku cuek banget sama cowok. Selain itu gayaku yang tomboy membuat cowok ilfeel sama aku. Itu mungkin hanya pendapatku saja, soalnya tanda-tanda seorang cowok menyukaiku saja tidak aku rasakan sama sekali. Sampai-sampai teman-temanku bilang kalau aku tidak normal. Memangnya aku cewek apaan?
Pagi itu aku hendak menyimpan sepeda di tempat parkir sekolah. Tapi ada hal yang membuat berbeda di hari itu, tempat parkir yang biasa kutempati ternyata ditempati orang. Motor sport terlihat sedang berdiri kokoh di atas standar motor itu. Namun anehnya aku baru melihat motor itu. Dan akupun penasaran siapa orang yang punya motor itu. Kudekati motor itu dengan perlahan dan sedikit mengendap-endap, dari belakangku ternyata ada seseorang yang hampir saja menakutkanku. Aku pun kepalang kaget, helm yang aku pegang pun dengan tidak sengaja mendarat di muka orang itu. PLAKKKK !!!!
“awwww”  Teriak orang itu kesakitan.
“ maaf-maaf” ucapku sambil melepaskan helm ditanganku.
Ternyata itu anak baru di sekolahku. Aku bisa bilang seperti itu karena aku baru melihatnya. Dan tatapan mata itu mengapa begitu aneh dipikiranku. Kebetulan kita memang saling bertatapan, namun hal itu pun segera berakhir ketika cowok itu maju ke arahku hingga sampai ke motor  yang baru saja merebut tempat parkirku itu. Ia mengambir map dan melesat pergi menjauh tanpa mengatakan hal apapun kepadaku. Aku pun terdiam sebentar namun diamku itu akhirnya buyar ketika sahabatku sedari kecil memanggilku namanya virgo.
Di koridor sekolah kulihat orang-orang sedang berkerumun, aku pun sontak kaget dan bertanya-tanya apa yang membuat orang-orang itu sam pai histeris seperti itu. Memang kebanyakan dari mereka adalah para cewek-cewek sekolah yang keganjenan, dan centi-centil. Ihhh aku merasa jijik dengan sikap mereka yang seperti itu. Ketika ku perhatikan tiba-tiba dari kerumunan tersebut keluar seorang  cowok yang tadi kutemui di parkiran sekolah.
Ketika aku sampai dikelas, aku dan virgo pun segera duduk. Bel masuk pun berbunyi, seoarang guru terlihat masuk keruangan kelasku dan disusul seorang cowok yang sudah dua kali ku temui hari ini. Semua cewek di kelasku pun teriak histeris entah apa yang membuat mereka seperti itu namun satu hal aku sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti mereka.
Seminggu telah berlalu, sekolahku bagaikan ajang pertis dengan para penggemarnya. Dan telah menjadi cerita public bahwa yang menjadi artis di sekolahku selama sepekan ini adalah anak baru itu. Lebih-lebih lagi ketika anak baru itu masuk tim basket sekolah. aku sebel banget melihat anak baru itu. Otakku mau pecah jika melihat dia di kerumuni anak-anak sekolah. bukannya aku sirik, aku hanya tidak suka dengan orang yang berlebihan seperti anak baru itu.
PLAAAKKKKK!!!! Bola basket menjurus kepadaku. Kepalaku pusing, dan aku tak ingat apapun. Tiba-tiba ketika aku sadar, aku sudah terbaring lemas di ruang UKS sekolah.
“kamu tidak apa-apa?” Tanya seorang cowok yang kulihat menungguku di UKS sekolah.
Dengan mata sedikit berkaca-kaca kubuka kelopak mataku perlahan-lahan dan ternyata aku kaget bukan kepalang, cowok yang sengaja menungguku di ruang UKS adalah Raka anak baru yang menjadi bulan-bulanan anak cewek di sekolah.
“heyy, kamu tidak apa-apa kan?” Tanyanya lagi.
Aku benar-benar kaget dan membuat mulutku seakan-akan tidak bisa terbuka untuk mengucapkan satu kata pun.
“oh, aku minta maaf. Tadi aku tidak sengaja melempar bola basket, dan ternyata kena kepalamu.” ucap Raka dengan senyuman ramahnya.
Aku semakin tidak bisa berkata-kata sedikitpun. Entah mengapa mulutku seakan terkunci dan tak bisa membuka untuk mengucapkan satu kata pun.
“Cinta…!!!” seru virgo masuk dengan cemas menemuiku.
Dengan spontan aku pun langsung menarik virgo keluar tanpa memperdulikan Raka yag sedari tadi menungguku.
Kejadian itu benar-benar membuatku bungkam seribu bahasa. Sudah tiga hari mulutku bungkam, virgo pun merasa aneh kepadaku. Pikiranku benar-benar habis. Raka benar-benar membuatku tidak bisa berkata apa-apa. Entah sihir apa yang membuatku jadi seperti ini.
“cinta, ada yang aneh darimu. Kamu kenapa sih??” pertanyaan itu sering
 Kali terlintas di benakku. tapi entahlah akupun tak bisa menjawabnya.
Setelah seminggu berlalu, aku pun sudah kembali seperti aku yang dulu. Pagi itu aku dan virgo berangkat sekolah bareng dengan sepeda kami masing-masing. Tiba-tiba dari belakang ada motor menikung dan memotong ,perjalanan kami. Aku sangat terkejut, virgo pun sama.
“hai Cinta!!!” tegur seorang cowok membuka helm dan turun dari motor itu.
Terlihat sosok Raka, tiba-tiba jantungku berdegub dengan kencang. Aku pun semakin gugup melihatnya.
“hey, apa-apan ini seenaknya saja memotong jalan orang” sahut virgo terkesan marah.
Anehnya Raka hanya tersenyum dan ia pun kembali memakai helmnya dan pergi meninggalkan kami. Aku dan Virgo merasa aneh dengan tingkah laku Raka barusan. Dia memang orang aneh pikirku dalam hati.
Semua anak berkerumun di depan madding sekolah, entah apa yang menyebabkan mereka seperti itu. Aku mendekat dan semua orang meledekku. Aku tidak terima apa yang mereka katakana lalu aku mendekat ke mading ternyata disana terlihat Raka menungguku dan senyum kepadaku.
“apa-apaan ini????” Tanya Virgo.
Virgo mendekat dan mendahuluiku untuk sampai tepat di depan Raka. Virgo merasa Raka sedang mengerjai cinta dan ia sangat tidak terima bila apa yang di pikirkannya itu benar. Raka mendekan kepadaku dan mengucapkan sesuatu hal yang tak pernah aku sangka.
“Cinta aku menyukaimu” kalimat itu sangat jelas terucap, hingga semua anak yang menyaksikan itu menjerit.
Aku benar-benar gugup seperti mendapat serangan jantung dan membuatku tidak bisa berkata apa-apa. Dan kejadian ini lebih dari kejadian di UKS lalu.
Entah apa yang membuatku menerima raka sebagai pacarku tapi itulah cinta sulit dipahami. Satu minggu jadian dengan Raka membuatku bahagia. Dulu melihat orang pacaran bagitu aneh tapi sekarang aku merasakannya. Tapi kebahagiaan itu runtuh seketika, disaat aku tahu bahwa ternyata Raka jadian denganku karena mendapat tantangan dri temannya. Dan itu hanya sekedar taruhan???? Aku benar-benar lemas mendengar berita itu. Virgo memang mengetahui hal itu dari temannya, dan memberitahukaanya kepadaku. Awalnya aku tak mempercayainya tapi aku melihat sendiri Raka mendapat uang hasil taruhannya itu. Aku marah besar pada waktu itu dan menampar Raka hingga dia terjatuh. Aku merasa kekesalanku harus terlampiaskan padanya waktu itu juga tapi Virgo menghentikanku.
“aku benci kamu Raka!!!” satu tembakan menembus foto Raka.
Virgo memang mengerti segala yang kurasakan. Ia pun mengusulkan agar aku melampiaskan segala kemarahaku pada sehelai kertas yang terpampang foto Raka.
Rasanya malas jika harus ke sekolah. Raka menjadi musuh pertama yang tidak ingin kutemui. Apalagi aku dan dia sekelas. Setelah sekian lama rasa benci itu pun akhirnya pudar. Tidak ada rasa suka bahkan benci yang terlintas di pikiranku jika melihat Raka. Syukurlah, karena tidak baik membenci orang terlalu lama. Itulah kata-kata yang sering ku dengar dari mulut virgo. Sahabatku itu memang sangat baik terhadapku. Dan entah mengapa aku memendam rasa suka terhadapnya, tapi aku tidak mau mengatakannya karena aku tahu CINTA itu mungkin tidak akan selamanya seperti namaku CINTA. Mungkin saja namaku bisa dikenang orang tapi orang yang mempunyai nama itu pun pasti akan meninggal. Maka aku putuskan untuk memendam semua perasaanku pada virgo.


landasan pengembangan kurikulum (ㅡ마미모)

A.    Landasan Filosofi Dalam Pengembangan Kurikulum
Kurukulum merupakan inti bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum tidak dida sarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berakibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.
1.      Landasan Filosofis
Filsafat mengkaji berbagai permasalahan yang dihadapai manusia,  termasuk masalah pendidikan. Pendidikan sebagai ilmu terapan, tentu saja memerlukan ilmu-ilmu lain sebagai penunjang, di antaranya filsafat. Filsafat pendidikan pada dasarnya adalah penerapan dan pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Menurut Redja Mudyahardjo (1989), terdapat tiga sistem pemikiran filsafat yang sangat besar pengaruhnya dalam pemikiran pendidikan pada umumnya dan pendidikan di Indonesia pada khususnya, yaitu : filsafat idealisme, realisme dan filsafat fragmatisme.

Secara harfiah filosofis (filsafat) “berarti cintaakan kebijakan”. Orang yang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Untuk dapat  mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak, ia harus tahu atau berpengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berfikir, yaitu berfikirsecara sistematis, logis, dan mendalam. Pemikiran demikian dalam filsafat disebut sebagai pemikran radikal, atau berfikir sampai keakar-akarnya (radio berarti akar). Berfilsafat diartikan pula berfikir secara radikal, berfikir sampai keakar. Secara akademik, filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia didalamnya.
Kajian terhadap persoalan fiilsfat berupaya untuk menelusuri hakikat manusia, sehingga muncul beberapa asumsi tentang manusia. Misalnya manusia adalah makhluk religius, makhluk sosial, makhluk yang berbudaya, dan lain sebagainya. Dari beberapa telaahan tersebut filsafat mencoba menelaah tentang tiga pokok persoalan, yaitu hakikat benar-salah (logika), hakikat baik-buruk (etika), dan hakikat indah-jelek (estetika). Oleh karena itu maka ketiga pandangan tersebut sangat dibutuhkan dalam pendidikan. Terutama dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan. Artinya ke mana pendidikan akan dibawa, terlebih dahulu harus ada kejelasan pandangan hidup manusia atau tentang hidup dan eksistensinya.
Filsafat akan menentukan arah kemana peserta didik akan dibawa, filsafat merupakan perangkat nilai-nilai yang melandasi dan membimbing ke arah pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu, filsafat yang dianut oleh suatu bangsa atau kelompok masyarakat tertentu atau bahkan yang dianut oleh perorangan akan sangat mempengaruhi terhadap tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. Berdasarkan cita-cita tersebut tedapat landasan, mau dibawa kemana pendidikan anak. Dengan kata lain, filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. Prinsip-prinsip pembelajaran, serta perangkat pengalaman belajar yang bersifat mendidik. Filsafat pendidikan dipengaruhi oleh dua hal pokok, yakni (1) cita-cita masyarakat, dan (2) kebutuhan peserta didik yang hidup dimasyarakat. Nilai-nilai filsafat pendidikan harus dilaksanakan dalam perilaku sehari-hari. Hal ini menunjukkan pentingnya filsafat pendidikan sebagai landasan dalam rangka pengembangan kurikulum.
Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta ini. Ilmu menggunakan pendekatan analitik, berusaha menguraikan keseluruhan dalam bagian-bagian yang kecil dan lebih kecil. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikanbagian-bagian ke dalam satu kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya(das sein), berusaha melihat segala sesuatu secara  objektif, menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (das sollen), faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). Filsafat memberikan landasan-landasan dasar bagi ilmu. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan masalah dalam kehidupannya.
B.       Landasan Psikologi dalam Proses Pengembangan Kurikulum
Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan dapat diupayakan pendidikan yang dilaksanakan relevan dengan hakikat peserta didik, baik penyesuaian dari segi materi/bahan yang harus diberikan/dipelajari peserta didik, maupun dari segi penyampaian dan proses belajar serta penyesuaian dari unsur–unsur upaya pendidikan lainnya.
Pada dasarnya terdapat dua cabang ilmu psikologi yang berkaitan erat dalam proses pengembangan kurikulum, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya.
Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.
Karakteristik perilaku tiap individu pada tiap tingkat perkembangan merupakan kajian yang terdapat dalam cabang psikologi perkembangan. Oleh sebab itu, dalam pengembangan kurikulum yang senantiasa berhubungan dengan program pendidikan untuk kepentingan peserta didik, maka landasan psikologi mutlak harus dijadikan dasar dalam proses pengembangan kurikulum. Perkembangan yang dialami oleh peserta didik pada umumnya diperoleh melalui proses belajar. Guru sebagai pendidik harus mengupayakan cara/metode yang lebih baik untuk melaksanakan proses pembelajaran guna mendapatkan hasil yang optimal, dalam hal ini proses pembelajaran mutlak diperlukan pemikiran yang mendalam dengan memperhatikan psikologi belajar.
Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam hal penentuan isi kurikulum yang diberikan/dipelajari peserta didik, baik tingkat kedalaman dan keluasan materi, tingkat kesulitan dan kelayakannya serta manfaatnya yang disesuaikan dengan tahap dan tugas perkembangan peserta didik. Psikologi belajar memberikan sumbangan terhadap pengembangan kurikulum terutama berkenaan dengan bagaimana kurikulum itu diberikan kepada peserta didik dan bagaimana peserta didik harus mempelajarinya, berarti berkenaan dengan strategi pelaksanaan kurikulum.
Anak sejak dilahirkan sudah memperlihatkan keunikan–keunikan yang berbeda satu sama lainnya, seperti pernyataan dirinya dalam bentuk tangisan dan gerakan–gerakan tubuhnya. Hal ini menggambarkan bahwa sejak lahir anak telah memiliki potensi untuk berkembang. Di dalam psikologi perkembangan terdapat banyak pandangan ahli berkenaan dengan perkembangan individu pada tiap–tiap fase perkembangan.
Pandangan tentang anak sebagai makhluk yang unik sangat berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum pendidikan. Setiap anak merupakan pribadi tersendiri, memiliki perbedaan di samping persamaannya. Implikasi dari hal tersebut terhadap pengembangan kurikulum, antara lain;
  1. Tiap anak diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat, minat, dan kebutuhannya,
  2. Di samping disediakan pembelajaran yang bersifat umum (program inti) yang harus dipelajari peserta didik di sekolah, disediakan pula pembelajaran pilihan sesuai minat dan bakat anak,
  3. Kurikulum selain menyediakan bahan ajar yang bersifat kejuruan juga menyediakan bahan ajar yang bersifat akademik,
  4. Kurikulum memuat tujuan yang mengandung pengetahuan, nilai/sikap, dan ketrampilan yang menggambarkan keseluruhan pribadi yang utuh lahir dan batin.

C.    LANDASAN SOSIOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki berbagai gejala sosial hubungan antar individu, antar golongan, antar lembaga sosial atau masyarakat. Di dalam kehidupan kita tidak hidup sendiri, namun hidup dalam suatu masyarakat. Dalam lingkungan itulah kita memiliki tugas yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sebagai bakti kepada masyarakat yang telah memberikan jasanya kepada kita.
Tiap masyarakat memiliki norma dan adat kebiasaan yang harus dipatuhi. Norma dan adat kebiasaan tersebut memiliki corak nilai yang berbeda-beda, selain itu masing-masing dari kita juga memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Hal inilah yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan sebuah kurikulum, termasuk perubahan tatanan masyarakat akibat perkembangan IPTEK. Sehingga masyarakat dijadikan salah satu asas dalam pengembangan kurikulum.
Faktor pengembangan kurikulum dalam masyrakat
Ada beberapa faktor yang memberikan pengaruh terhadap pengembangan kurikulum dalam masyrakat, antara lain ;
  • Kebutuhan masyarakat
Kebutuhan masyarakat tak pernah tak terbatas dan beraneka ragam. Oleh karena itu lembaga pendidikan berusaha menyiapkan tenaga-tenaga terdidik yang terampil yang dapat dijadikan sebagai penggali kebutuhan masyarakat.
  • Perubahan dan perkembangan masyarakat
Masayarakat adalah suatu lembaga yang hidup, selalu berkembang dan berubah. Perubahan dan perkembangan nilai yang ada dalam masyarakat sering menimbulkan konflik antar generasi. Dengan diadakannya pendidikan diharapkan konflik yang terjadi antar generasi dapat teratasi.
  • Tri pusat pendidikan
Yang dimaksud dengan tri pusat pendidikan adalah bahwa pusat pendidikan dapat bertempat di rumah, sekolah , dan di masyarakat. Selain itu mass media, lembaga pendidikan agama, serta lingkungan fisik juga dapat berperan sebagai pusat pendidikan.
Ruang lingkup pengembangan kurikulum dalam masyrakat
Lingkungan atau dunia sekitar manusia pada dasarnya terdiri dari tiga bagian besar, yaitu :
  • Dunia alam kodrat
Dunia alam kodrat merupakan segala sesuatu di luar diri kita yang berpengaruh sangat kuat dalam kehidupan kita, misalnya : penampakan alam (gunung,laut,dll). Untuk mengubah dan mengatasi pengaruh tersebut maka kita harus dapat menggunakan IPTEK dengan benar. Dengan demikian dalam mengembangkan kurikulum hendaknya kita berusaha untuk memasukkan masalah-masalah yang berupa gejala-gejala dalam alam kodrat.
  • Dunia sekitar benda-benda buatan manusia
Dunia sekitar benda-benda buatan manusia merupakan benda-benda yang diciptakan manusia sebagai alat pemuas kubutuhannya. Untuk itu keterampilan fisik dan psikis harus dikembangkan dalam pembelajaran, sehuingga dapat menghasilkan segala sesuatu yang menjadi sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.
  • Dunia sekitar manusia
Dunia sekitar manusia merupakan dunia yang paling kompleks, sebab selalu berubah dan dinamis. Interaksi antar individu berjalan sangat aktif. Untuk itu diperlukannya norma dalam pergaulan masyarakat agar interaksi dalat berjalan dengan baik.
Fungsi sistem dan lembaga pendidikan dari segi sosiologis bagi kepentingan masyarakat
Dari segi sosiologis sistem dan lembaga pendidikan di dalamnya dapat dipandang sebagai badan yang mempunyai berbagai fungsi bagi kepentingan masyarakat, antara lain:
1.      Mengadakan perbaikan, bahkan perombakan sosial
2.      Mempertahankan kebebasan akademis dan kebebasan mengadkan penelitian ilmiah
3.      Mendukung dan turut memberi sumbangan kepada pembangunan nasional
4.      Menyampaikan kebudayaan dan nilai-nilai tradisional
5.      Mengeksploitasi orang banyak demi kesejahteraan dolongan elite
6.      Mewujudkan revolusi sosial untuk melenyakan pengaruh pemerintahan terdahulu
7.      Mendukung golongan tertentu seperti golongan militer, industri atau politik
8.      Mengarahkan dan mendisiplinkan jalan pikiran generasi muda
9.      Mendorong dan mempercepat laju kemajuan IPTEK
10.  10.  Mendidik generasi mudamenjadi arga negara nasional dan warga dunia
11.  11.  Mengajar keterampilan pokok seperti membaca, menulis, dan berhitung
12.  12.  Memberi keterampilan dasar berkaitan dengan mata pencaharian.
D.    LANDASAN IPTEK

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa manusia pada masa yang berbeda dengan masa sebelumnya, bahkan masa yang tidak pernah terbayangkan di masa lalu. Munculnya hasil-hasil teknologi seperti hasil teknologi transportasi, yang bukan hanya menyebabkan manusia bisa menjelajah dunia, bahkan hingga luar angkasa. Demikian juga kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi, yang memungkinkan manusia untuk mengetahui informasi dari berbagai belahan dunia dalam waktu singkat. Namun demikian, kemajuan tersebut tidak hanya memunculkan dampak positif, bersamaan dengan itu muncul pula berbagai dampak negatif kemajuan teknologi yang sering membuat cemas. Kemajuan transportasi, khususnya bertambahnya kendaraan di kota-kota besar dengan jumlah yang begitu besar, sering menimbulakn kemacetan, karena tidak dibarengi dengan sarana jalan yang memadai, timbulnya banyak kecelakaan karena kelalaian pengendara dsb. Hasil teknologi informasi yang pada saat ini membuat cemas seluruh masyarakat, dengan fasilitasnya, yang memudahkan bagi pemakai, tidak terlepas anak-anak, untuk mengakses pornografi, kekerasan dsb, yang menyebabkan gesekan nilai-nilai, norma, dan budaya.

Munculnya permasalahan- permasalahan tersebut menyebabkan tugas-tugas pendidikan yang diemban sekolah menjadi kian kompleks. Tugas sekolah menjadi semakin berat, dan kadang-kadang tidak mampu lagi melaksanakan semua tuntutan masyarakat. Bahkan seiring dengan kemajuan zaman, tugas-tugas yang dahulu bukan menjadi tanggung jawab sekolah kini menjadi tugas sekolah. Sekolah tidak hanya bertugas menanamkan dan mewariskan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus member keterampilan, juga harus menanamkan budi pekerti dan nilai-nilai.

Dengan tugas dan tanggung pendidikan yang demikian berat, kurikulum sebagai alat pendidikan, harus selalu diperbarui menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi baik isi maupun prosesnya, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian cepat. . Pendidikan merupakan usaha menyiapkan anak didik agar siap menghadapi lingkungan yang senantiasa mengalami perubahan. Kita maklumi bersama bahwa perubahan tersebut berjalan dengan pesat. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan, serta membekali anak didik dengan ilmu pengetahuan guna perannya di masa datang. Sementara itu teknologi adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan ilmiah dan ilmu-ilmu lainnya untuk memecahkan masalah-maslaah praktis. Dengan demikian Ilmu dan teknologi tidak bisa dipisahkan. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang teramat pesat seiring lajunya perkembangan masyarakat.
IPTEK dimiliki seluruh bangsa, dan senantiasa berkembang mengikuti perkembangan masyarakatnya. Perkembangan IPTEK memiliki pengaruh yangcukup luas, meliputi segala bidang kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, keagamaan, keamanan, pendidikan, dll. Dalam bidang pendidikan, perkembangan teknologi industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. Industri dengan teknologi maju memroduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan dalam pendidikan. Sebaliknya kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunakan alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan program pendidikan, apalagi di saat perkembangan produk teknologi komunikasi yang semakin canggih, tentu menuntut pengetahuan dan keterampilan yang perlu dikuasai oleh anak didik untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan program yang harus dilaluinya.
Mengingat pendidikan merupakan upaya menyiapkan siswa menghadapi masa depan, di sisi lain perubahan masyarakat termasuk di dalamnya perubahan ilmu pengetahuan teknologi ang semakin pesat, maka pengembangan kurikulum haruslah berlandaskan IPTEK.
Perhatian terhadap IPTEK sebagai landasan kurikulum, secara langsung adalah dengan menjadikannya isi/materi pendidikan. Sedangkan secara tidak langsung memberikan kepada pendidikan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi guna menyelesaikan persoalan hidupnya. Khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga dimanfaatkan untuk memecahkan masalah pendidikan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga banyak membawa perubahan pada sistem nilai-nilai. Pendidikan pada dasarnya adalah bersifat normatif, dengan demikian perubahan nilai-nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diarahkan agar bisa menuju pada perubahan yang bersifat positif. Oleh karena itu pengembangan kurikulum harus senantiasa menjadikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasannya, sehingga menghasilkan kurikulum yang memiliki kekuatan, dan juga bisa mengembangkan dan melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi lebih memajukan peradaban manusia.Para pengembang kurikulum, termasuk di dalamnya guru-guru, harus memahami perubahan tersebut, agar isi dan strategi yang dikembangkan dalam kurikulum tidak menjadi usang, atau ketinggalan zaman.
pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang. Dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat yang berpengetahuan dengan standar mutu yang tinggi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi siatuasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian karena berbagai penemuan teknologi baru terus berkembang.
Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya arahnya bersifat tidak hanya untuk sekarang tetapi untuk masa depan dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan bersama, kepnetingan sendiri dan kelangsungan hidup manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sebagai produk kebudayaan diperlukan dalam pengembangan kurikulum sebagai upaya menyelaraskan isi kurikulum dengan perkembangan dan kemajuan yang terjadi dalam dunia iptek.



DAFTAR PUSTAKA