RSS

EXO'k

sekarang giliran EXO PLANET yang mesti di bully.. hahaha maksudnya di posting ama gue :D

berhubung gue suka sama EXO terutama EXO-k. tentu saja gara-gara ada bias gue D.O. :D

oke buat sekarang langsung saja kita bully.. eh salah kita bahas member-membernya ....

yang pertama ada leadernya yang nama tenarnya sih SU HO


nama aslinya : kim joon myun (WATER)
nah loh, ko jadi SUHO.. *artis emang suka ganti nama biar namanya gampang di ingat fans :D
lahir 22 mei 1991, di EXO-k posisi dia selain sebagai leader dia juga ada di main vocal. masa training dia 6 tahun. yaitu sejak tahun 2006 ia bergabung di SM.

siiiip :D lanjut keposisi no.2 hehehehehe ada BAEKHYUN si eyeliner


ia memang cowok yang bisa pake eyeliner paling bagus dari yang lain.
nama aslinya : byun baek hyun (LIGHT)
nah ia lahir tanggal 6 mei 1992. beda 1 tahun dengan oppa SU HO :) posisi di exo-k sebagai main vocal.
tahu gak dia bergabung di SM tahun 2011 otomatis masa training dia hanya 1 tahun. wah benar-benar beruntung banget ya si oppa ini :)

next, ada si happy virus. hahahahaha :D



nama asli : park chan yeol (FIRE)
si happy virus alias chanyoel ini emang kece banget, terbukti fansceweknya buanyaaaaakkk :D
nah ia lahir tanggal 27 November 1992. beda dikit ama baekhyun. di exo-k posisinya sebagai lead rapper. gabung di SM 2008. jadi masa trainingnya 4 tahun. di dorm ia sekamar bareng baekhun

nah ini dia biasnya gue DO KYUNG SOO alias D.O.

 cakep kan bias gue :D

D.O. di lafalkan jadi DIO ini lahir tahun 12 januari 1993. hahaha :D tahunnya sama banget ama gue. semakin suka deh ama D.O. (EARTH)
D.O. ini di trining cuma 2 tahun yaitu semenjak dirinya memutuskan untuk gabung di SM tahun 2010. trus posisi dia sebagai LEAD VOCAL. yaiyalah orang suaranya selalu ada di lagu exo-k hehehe :D contohnya yang lagu yang dibawain semua member yaitu MAMA dan HISTORY. kalo kalian gak percaya. dengerin aja sendiri pas ti yang dominan suaranya bias gue ini. hehe
di dorm dia sekamar bareng KAI.
selain itu D.O. dijuluki sebagai ommanya exo-k. what??? kobisa??? nah jawabanya karena bias gue ini selain pinter masak juga perhatian banget ama member yang lain. huhuhu semakin cinta deh gue :D

nah udah di usik noh sedikit, next ada KAI


si kai ini punya nama asli : KIM JONG IN (teleportasi)
lahir tyanggal 14 januari 1994. yah kalo ulang tahun yang dirayainnya D.O. dulu baru dua hari kemudian KAI. hahaha jangan-jangan kado barengan lagi.
si KAI ini paling jago deh buat yang namanya ngedance. he :D tapi posisinya di exo-k jadi main dancer. selain itu dia juga jadi face apa sih... hahah gue lupa pokoknya dia yang paling depan deh kalo lagi ngomongin exo-k. sia di training 4 tahun.

berikutnya ada si maknae nih. yuuuppps bener banget siapa lagi kalo bukan SEHUN si pembuat aegyo terbanyak.




di THEHUN ini.. hehe jadi THEHUN deh makasudnya sehun ini nama alinya : OH SE HUN (wind)
nah dia ini cadel loh, makanya gue tadi ngomong THEHUN. hahahaha :D
lahir 21 april 1994. posisi sebagai lead dancer. si maknae ini emang lincah banget kalo lagi ngedance. di tarining selama 3 tahun sejak 2008. di dorm karena dia masih kecil jadi harus diasuh ama yang paling bontot. hahahaha :D maklum cengeng. (sekamar ama SUHO)


so inilah EXO_K from EXO planet












analisis struktural puisi "NASEHAT-NASEHAT KECIL ORANG TUA PADA ANAKNYA BERANGKAT DEWASA" karya Taufik Ismail


Pengkajian PuisiNASEHAT-NASEHAT KECIL ORANG TUA PADA ANAKNYA BERANGKAT DEWASA” Karya Tauik Ismail Melalui Pendekatan Struktural
Sebelum mengkaji kita terlebih dahulu harus mengetahui apa pengertian strukturalisme dan apa yang terdapat pada strukturalisme. Menurut hawkes, pengertian strukturalisme merupakan struktur yang unsur – unsurnya saling berhubungan erat dan setiap unsur itu hanya mempunyai makna dalam hubungannya dengan unsur lain dan keseluruhannya. Sedangkan menurut Nurgiantoro, pengertian structural adalah Dalam penelitian sastra yang memusatkan perhatiannya pada elemen atau unsur – unsur yang membangun karya sastra itu sendiri yaitu unsur intrinsik. Dan kesimpulannya Strukturalisme adalah  pendekatan dalam pengkajian suatu karya sastra (puisi) yang berpusat pada unsur pembentuknya yaitu unsur intrinsik yang saling berhubungan,sehingga menjadikan karya sastra itu bersifat otonom.
pada pengkajian puisi dengan pendekatan strukturalisme ini meliputi beberapa unsur didalamnya. Seperti yang kita tahu puisi merupakan hasil kepaduan beberapa unsur penyusun yang membuat karya tersebut disebut puisi. Menurut Waluyo (1991:4) puisi dibangun oleh dua unsur pokok yaitu: struktur fisik yang berupa bahasa, dan struktur batin atau struktur makna. Yang termasuk kedalam struktur fisik puisi yaitu Tifografi, Diksi, Pengimajian (Citraan), kata konkret, Bahasa figuratif (Majas), Verifikasi (Rima, Ritme, Metrum). Dan yang termasuk kedalam struktur batin puisi yaitu tema atau makana (sense), rasa (feeling), nada (tone), amanat.
 Untuk lebih jelasnya, unsure-unsur pokok pada puisi diatas akan dije,askan satu-persatu.
Struktur fisik puisi
1.       Tifografi, yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda titik.
2.       Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisisnya.
3.       Imaji atau pengimajian (citraan), yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapakan pengalaman inderawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imajai raba atau sentuh (taktil). Imaji dapat mengakibatakan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
4.       Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang.
5.       Bahasa figuratif (majas), yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makana atau kaya akan makna. Bahasa figuratif disebut juga majas. Pada majas ini ada beberapa macam yang termasuk kedalam majas itu sendiri yaitu metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufimisme, repetisi, anaphora, pleonasme, antithesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, prasprototo, totemproparte, dan paradoks.
6.       Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme dan metrum.
Struktur batin puisi
1.      Tema atau makna (sense), yaitu unsur pokok yang terdapat dalam puisi.
2.      Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok pemasalahan yang terdapat dalam puisinya.
3.      Nada (tone) dan suasana, yaitu sikap penyair terhadap pembacanya.
4.      Amanat, yaitu tujuan yang ada dalam puisi. Tujuan ini mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi maupun dapat ditemui dalam puisinya.

Sebagai bahan kajian penulis akan mencoba mengkaji satu buah puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “nasehat-nasehat kecil orang tua pada anaknya berangkat dewasa”.
NASEHAT-NASEHAT KECIL ORANG TUA
PADA ANAKNYA BERANGKAT DEWASA
Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah yang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi
April, 1965
Puisi memiliki satu bait dan dan sepuluh baris. Untuk struktur fisik puisi, pengkajian diawali dengan tifografi. Untuk tifografi pada puisi ini tidak terdapat tifografi yang rumit. untuk kata di awal kalimat pada setiap baris memakai huruf kafital namun pada akhir kalimat di setiap baris tidak diakhiri dengan tanda titik.selain itu untuk tepi kanan dan tepi kiri memiliki kesamaan disetiap barisnya yaitu menggunakan kalimat yang tidak lebuh dari enam huruf. Untuk pengaturan baris, dikarenakan puisi ini terdiri satu bait maka barisnya pun hanya meliputi satu bait.

Selanjutnya adalah diksi. Pada puisi diatas diksi yang dipakai sama sekali tidak rumit. penyair lebuh memilih kata-kata yang umum namun tidak sampai mengurangi keindahan puisi ini. Misalnya pada baris pertama dan kedua yang berbunyi:
Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Pada kedua baris diatas peyair memakai kata jika, kaulakukan, menyampaikan, kebenaran. Kata-kata tersebut merupakan kata-kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pada baris selanjutnya terdapat kata-kata seperti zalim (bengis, kejam, tidak adil), agung (besar, mulia) dan syahid (saksi, orang yang mati karena membela agama). Jadi pada puisi ini, penyair lebih memakai kata-kata yang tidak asing didengar dan menggunakan kata yang lebih sederhana.

Untuk pengimajian atau imaji pada puisi diatas, berupa imaji visual penyair yang menuju pada  pengaplikasian. Misalnya pada baris ke lima dan keenam:
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Kedua baris pada puisi diatas menunjukan pengimajian visual. Karena disini penyair seolah-olah melihat segala pohon-pohon kezaliman. Sedangkan makna sebenarnya yang ada pada kedua baris puisi diatas adalah penyair berkata bahwa kau disini harus menumbangkan atau menjatuhkan pohon-pohon kezaliman. Dengan kata lain pohon-pohon kezaliman disini berarti segala perbuatan jahat atau keji. Kata zalim memiliki arti bengis, kejam, dan tidak adil.  

Selanjutnya kata konkret. Untuk kata konkret pada puisi diatas, diperlihatkan melalui kata-kata seperti: “jual-beli” yang melambangkan persetujuan saling mengikat antara penjual, yakni pihak yg menyerahkan barang, dan pembeli sbg pihak yg membayar harga barang yg dijual. “agung” melambangkan sesuatu yang dipuja-puja atau dimuliakan. “zalim” melambangkan kejahatan. “pohon” melambangkan makhluk hidup sejenis tumbuhan.

Kemudian ada bahasa figuratif, pada puisi diatas bahasa piguratif atau majas yang dipakai adalah
Majas personifikasi yaitu pada kedua baris dibawah ini:
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
majas personifikasi ini terdapat pada kata pohon-pohon kezaliman. Padahal kenyataannya yangterbiasa melakukan perbuatan zalim adalah manusia.

Dan yang terakhir pada struktur fisik puisi ini adalah unsure versifikasi. Versiikasi ini terdiri dari rima, irama dan metrum. Untuk rima, puisi ini menggunakan rima yang berpola a-a, a-a, a-a,a-a, b-b. untuk pola a-a terdapat pada kedelapan baris pertama dan pada dua baris terakhir menggunakan pola b-b. maksudnya untuk baris pertama sampai baris kedelapan memiliki dua huruf yang sama diakhir kalimat yaitu ada huruf a dan n (an). Sedangkan pada dua baris terakhir terdapat huruf i diakhir kalimat.  Untuk irama, pada puisi diatas irama yang hadir bila kita membaca puisi diata yaitu terjadinya penurunan nada. Di baris pertama terjadi nada tinggi kemudian dibaris kedua nadanya menurun. Dibaris ketiga nadanya tinggi dan di baris keempat nadanya menurun dan seterusnya. Selanjutnya adalah metrum, metrum sendiri merupakan pengulangan tekanan kata yang tetap dan pada puisi ini terdapat metrum.

Pada pembahasan yang kedua mengenai struktur batin puisi. Diawali dengan tema atau makna (sense). Tema yang ada pada puisi ini yaitu sebuah nasehat yang berupa perbuatan-perbuatan baik yang harus dilakukan oleh seseorang yang telah menginjak dewasa. Nasehat ini di berikan orang tua terhadap anaknya yang telah mencapai masa dewasa.

Selanjutnya adalah rasa atau perasaan (feeling), pada puisi diatas penyair brperan sebagati i orang tua yang sedang menasehati anaknya yang sudah beranjak dewasa. Perasaan yang timbul pada pengarang merupakan perasaan sayang kepada anaknya. Terbukti dari beberapa nasehat-nasehat yang terdapat pada puisi karya Taufik Ismail ini yang diberikan kepada anaknya.

Selanjutnya adalah nada (tone) dan suasana. Nada bicara merupakan warna emosional atau warna makna dari karya penulis tersebut dan merupakan unsur penting dari keseluruhan makna (waluyo, 1974: 72). Warna-warna emosional yang terdapat pada puisi ini menunjukan rasa sayang orang tua kepada anaknya dan penyair menggambarkan warna emosional tersebut lewat nasehat-nasehat yang ia tuliskan pada puisi ini. 

Selanjutnya adalah unsur pada struktur batin puisi yang terkhir yaitu amanat. Pada puisi ini banyak sekali amanat yang berusaha di tuliskan penyair karena puisi ini mengangkat beberapa nasehat-nasehat orang tua kepada anaknya. Pada baris pertama dan kedua terdapat:
Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Pada kedua baris diatas terdapat amanat dari penyair yaitu kita atau disini adalah anak yang beranjak dewasa haruslah menyampaikan kebenaran. Kebenaran disini erat kaitannya dengan kejujuran jadi kita ini harus jujur dan tidak boleh berbohong.
Pada baris ketiga dan keempa terdapat:
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah yang bernama keyakinan
Pada kedua baris diatas terdapat pesan dari penyair yaitu keyakinan itu tidak bisa di perjual-belikan.
Pada baris kelima dan keenam terdapat:
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Pada kedua baris diatas pesan yang ingin disampaikan penyair yaitu kita harus menumbangkan atau memusnahkan kezaliman atau ketidakadilan, kekejaman dan kebengisan.
Pada baris ketujuh dan kedelapan terdapat:
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Pada kedua baris diatas, ppesan atau amanat yang ingin disamapaikan penyair yaitu kita harus mengagungkan atau memuliakan Rasul tuhan atau utusan-utusan tuhan.
Pada baris kesembilan dan kesepuluh terdapat:
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi
Di  kedua baris terakhir pada puisi diatas ini, pesan yang ingin disampaikan penyair yaitu jika ada kesempatan untuk memillih kematian, maka hendaklah kita memilih syahid atau mati dijalan tuhan.


INFINITE


Infinite (인피니트) adalah boyband asal Korea Selatan yang dibentuk oleh Woollim Entertainment pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan 7 orang: Sunggyu, Dongwoo, Woohyun, Hoya, Sungyeol, Myungsoo/L, dan Sungjong.

member :

Birth Name : Kim Sung Kyu (김성규)
Nick Name : Sung Kyu
Position : Leader, Main Vocalist
Date of birth : North Jeolla, April 28, 1989
Height/Weight : 178 cm / 62 kg
Blood Type : A
Hobby : Watching Movies, Listening to music
Specialties : Speaking Chinese
 
 
Birth Name : Jang Dong Woo (장동우)
Nick Name : Dong Woo
Position : Main Rapper
Date of birth : Gyeonggi, November 22, 1990
Height/Weight : 171 cm / 59 kg
Blood Type : A
Hobby : Skateboarding
Specialties : Beatboxing, Snowboarding
 
 
Birth Name : Nam Woohyun (남우현)
Nick Name : Woo Hyun
Position : Main Vocalist
Date of birth : Chungcheong, February 8, 1991
Height/Weight : 176cm / 58kg
Blood Type : B
Hobby : Skiing, Tennis
Specialties : Cooking
 
 
Birth Name : Lee Howon (이호원)
Nick Name : Hoya
Position : Main Dancer, Lead Rapper, Vocalist
Date of birth : Busan, March 28, 1991
Height/Weight : 178 cm / 60 kg
Blood Type : AB
Hobby : Playing Games
Specialties : Dancing, Rap
 
 
Birth Name : Lee Sungyeol (이성열)
Nick Name : Sung Yeol
Position : Sub Vocalist, Rapper
Date of birth : Gyeonggi, August 27, 1991
Height/Weight : 183 cm / 59 kg
Blood Type : B
Hobby : Watching movies
Specialties : Rap
 
 
Birth Name : Kim Myungsoo (김명수)
Nick Name : L
Position : Lead Vocalist, Visual
Date of birth : Seoul, March 13, 1992
Height/Weight : 180cm / 60kg
Blood Type : O
Hobby : Cooking, Exercise, Rap
Specialties : Rap
 
 
Birth Name : Lee Sungjong (이성종)
Nick Name : Sung Jong
Position : Sub Vocalist, Maknae
Date of birth : Gwangju, September 3, 1993
Height/Weight : 177cm / 54kg
Blood Type : A
Hobby : Listening to music
 
 
 
 
 ...infinite...






 
 
 

Analisis Semiotik pada Puisi: Ingat Aku Dalam Doamu




Ingat Aku Dalam Doamu
Pengarang: Ajip Rosidi

Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim
akan dikabulkan Yang Maha Rahim
Hidupku di dunia ini, di alam akhir nanti
lindungi dengan rahmat, limpahi dengan kurnia Gusti

Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim
di dalam solatmu, dalam sadarmu, dalam mimpimu
Setiap tarikan nafasku, pun waktu menghembuskannya
jadilah berkah, semata limpahan rido Illahi

Ya Robbi!
Biarkan kasih-Mu mengalir abadi
Ingat aku dalam do'a-Mu
Ingat aku dalam firman-Mu
Ingat aku dalam diam-Mu
Ingat aku
Ingat
Amin

Semiotik adalah ilmu yang pempelajari tentang tanda yang mempunyai makna. Tokoh dalam semiotik terdiri atas Ferdinan de Saussure, dan Charles Sander Pierce. Menurut Sariban, (2009:44-45) konsep Semiotik menurut Ferdinan de Saussure menjelaskan bahwa tanda mempunyai dua aspek, yakni penanda (signifier), dan petanda (signified). Penanda adalah bentuk formal yang menandai suatu petanda. Penanda adalah bentuk formal bahasa, sedangkan petanda adalah arti yang ditimbulkan oleh bentuk formal.
Semiotika, biasanya didefinisikan sebagai pengkajian tanda-tanda (the study of signs), pada dasarnya merupakan sebuah studi atas kode-kode, yaitu sistem apa pun yang memungkinkan kita memandang entitas-entitas tertentu sebagai tanda-tanda atau sebagai sesuatu yang bermakna (Scholes, 1982: ix). Menurut Charles S. Pierce (1986: 4), maka semiotika tidak lain sebuah nama lain bagi logika. Sedangkan Ferdinand de Saussure (1966: 16), semiologi adalah sebuah ilmu umum tentang tanda,” suatu ilmu yang mengkaji kehidupan tanda-tanda di dalam masyarakat”.

            Konsep Semiotik menurut Charles Sander Pierce merupakan hubungan antara petanda dan penanda, yang terdiri dari ikon, indeks, dan simbol.
1.      Ikon adalah tanda yang menunjukan adanya hubungan yang bersifat alamiah antara petanda dan penanda.
2.      Indeks adalah tanda yang menunjukan hubungan kausualitas (sebab-akibat).
3.      Simbol adalah tanda yang menunjukan tidak adanya hubungan alamiyah antara penanda dan petanda (bersifat arbiter) (Sariban, 2009:45-46).

Dalam pembahasan ini analisis semiotika dilakukan terhadap karya sastra yang sebaiknya dimulai dengan analisis bahasa dan menggunakan langkah-langkah seperti dalam tataran linguistik wacana. Yaitu dengan menganalisis aspek sintaksis, dan menganalisis aspek semantik.

Pada puisi “ingat aku dalam doamu” karya Ajip Rosidi ini akan dikaji melalui analisis semiotik dengan beberapa aspek berikut, yaitu :

1.      Aspek Sintaksis
Pada puisi “ingat aku dalam doamu” ini mempunyai 3 bait. Di bait pertama terdiri dari 4 baris, bait kedua terdiri dari 4 baris dan bait ketiga terdiri dari 8 baris.
Jika dilihat dari bait petama, kedua serta ketiga terdapat kata aku. Aku disini bertindak sebagai penyair yang mengingat bahwa Allah akan senantiasa melimpahkan nikmat dan karunianya kepada orang yang senantiasa berdoa kepadaNya.


2.      Aspek Semantik
Pada puisi “ingat aku dalam doamu” ini, jika dilihat dari penggunaan kata yang dipakai yang mempengaruhi puisi ini adalah:
·         Ingat : berada dalam pikiran, tidak lupa
·         Doa : permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada tuhan
·         Rahim : bersifat pengasih, bersifat penyayang
·         Alam akhir : akhirat, alam setelah kehidupan didunia atau alam baka
·         Rahmat : belas kasih, karunia, berkah dari Allah
·         Kurnia ; karunia : belas kasih, pemberian atau anugerah dr yg lebih tinggi kedudukannya kpd yg lebih rendah
·         Berkah : karunia Tuhan yg mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat
·         Abadi : kekal, tidak berkesudahan
·         Firman : kata (perintah) Tuhan; sabda

Setelah melihat dan mengartikan kata-kata tersebut maka kita bisa mengkaji lewat konotasi atau bahasa kias yang dipakai Ajip rosidi dalam puisinya yang berjudul :iangat aku dalam doamu” ini.
Dari kata ingat, kita bisa tahu arti yang terkandung dalam kata itu sendiri yaitu berada dalam pikiran, atau tidak lupa. Disini penyair mengharapkan untuk tidak lupa akan tuhannya. Pada kata doa yang ada dalam puisi ini merupakan permohonan kepada tuhan yang dilakukan penyair. Dan permohonan yang diinginnkannya adalah untuk senantiasa ingat kepada tuhannya. Selanjutnya pada kata rahmat, kurnia, dan berkah meiliki arti yang sama yaitu belas kasih tuhan kepada hambanya. Sedangkan rahim sendiri memiliki arti yang bersifat pengasih, dan bersifat penyayang. Disini yang memilki sifat itu tentulah Allah swt. Selanjutnya pada kata alam akhir memiliki arti akhirat atau alam setelah kehidupan didunia. Karena pada hakekatnya dunia ini hanyalah sementara dan kehidupan yang kekal adalah alam akhirat.
Yang terakhir dari kata-kata yang kita ambil adalah firman. Firman disini memiliki arti kata (perintah) dari tuhan atau sabda tuhan. Jadi jika kita urutkan dari awal maka akan bisa kita lihat makna yang terkandung dalam puisi ini adalah bahwa sipenyair ingin mengingat semua karunia, keberkahan, dan rahmat dari Allah yang akan turun kepada hambanya yang senantiasa mengingatnya dalam solat, sadar, mimpi serta tarikan nafasnya karena pada hakekatnya hidup ini tidak kekal dan akan ada akhirat yang akan menanti kita. Selain itu doa si penyair juga ingin selalu ingat akan firman Allah yang telah diturunkan kepada hambanya untuk dikerjakan. Jadi inti yang terkandung dari puisi ini adalah penyair ingin mengingat Tuhan disetiap langkah dan perbuatannya.

Apabila kita lihat makna perbait maka akan terlihat makna-makna keseluruhan yang telah dijelaskan diatas. Untuk itu maka kita analisis makna setiap bait dari puisi karya Ajip Rosidi ini.

1.      Bait Pertama
Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim
akan dikabulkan Yang Maha Rahim
Hidupku di dunia ini, di alam akhir nanti
lindungi dengan rahmat, limpahi dengan kurnia Gusti

Pada baris pertama terdapat kalimat Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim penyair membuat kalimat seperti itu, ada kemungkinan bahwa penyair mengingat doa yang ia panjatkan ketia beliau berada di depan makam Nabi Ibrahim.
Pada baris kedua di bait pertama ini terdapat kalimat akan dikabulkan Yang Maha Rahim maksudnya setiap doa yang dipanjatkan seseorang kepada tuhannya passti akan di kabulkan. Dan yang maha rahim disini adalah Tuhan yang maha ESA.
Di baris ketiga terdapat kalimat Hidupku di dunia ini, di alam akhir nanti memiliki arti bahwa hidup itu tidah hanya didunia saja akan tetapi masih ada alam akhir/akhirat yang panjang dan perumpakan tempat dimana kita akan kembali.
Dibaris terakhir ada kalimat lindungi dengan rahmat, limpahi dengan kurnia Gusti disini penyair menyatukan makna dari baris pertama sampai yang terakhir ini maka kesimpulannya adalah jika seseorang selalu mengingat tuhannya, dan selalu berdoa kepada tuhannya maka akan diberikan rahmat dan karunia entah itu pada saat masih hidup didunia atau sampai alam akhir/akhirat.

2.      Bait Kedua
Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim
di dalam solatmu, dalam sadarmu, dalam mimpimu
Setiap tarikan nafasku, pun waktu menghembuskannya
jadilah berkah, semata limpahan rido Illahi

Seperti halnya pada bait pertama, di bait kedua juga kita bisa menganalisis puisi ini dari setiap baris.
Pada baris pertama terdapat kalimat Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim disini makna yang terkandung sama dengan bait pertam a baris pertama yaitu ada kemungkinan bahwa penyair mengingat doa yang ia panjatkan ketia beliau berada di depan makam Nabi Ibrahim.
Pada baris kedua terdapat kalimat di dalam solatmu, dalam sadarmu, dalam mimpimu disini berbeda dengan yang ada pada bait pertama baris kedua. Jika di bait pertama baris kedua memiliki makna bahwa setiap doa akan dikabulkan maka pada bait kedua baris kedua ini memiliki makna bahwa penyair ingin mengingat tuhannya dimanapun entah itu dalam solat, sadar maupun mimpi.
Pada baris ketiga terdapat kalimat Setiap tarikan nafasku, pun waktu menghembuskannya memiliki makna yang sama dengan baris kedua namun bedanya penyair ingin selalu mengingat tuhannya disetian ia menarik nafas hingga menghembuskannya kembali.
Pada baris terakhir di bait kedua ini terdapa kalimat jadilah berkah, semata limpahan rido Illahi penyair berharap ketika ia mengingat tuhannya dimana pun maka itu akan menjadi berkah untuknya dan sekelilingnya dan selalu mendapat ridhoi dari tuhan.

3.      Bait Ketiga
Ya Robbi!
Biarkan kasih-Mu mengalir abadi
Ingat aku dalam do'a-Mu
Ingat aku dalam firman-Mu
Ingat aku dalam diam-Mu
Ingat aku
Ingat
Amin

Pada baris pertama terdapat kata Ya Robbi! Disini penyair memanjatkan doanya dan memanggil tuhannya kemudian dilanjut dengan baris kedua Biarkan kasih-Mu mengalir abadi disini penyair mengharapkan kasih sayang tuhan untuknya untuk tetap mengalir abadi.
Di baris ketiga, empat dan lima terdapat kalimat Ingat aku dalam dan diikuti kata
do'a-Mu, firman-Mu, dan diam-Mu disini penyair berharap agar ia selalu diingatkan untuk berdoa, selalu diingatkan kepada firman tuhan yang telah di turunkan, serta penyair ingin  selalu diingatkan bahwa tuhan selalu ada dimanapun ketika ia diam sekalipun tuhan akan selalu melihatnya.
Dari beberapa pemaparan yang dilakukan maka bisa disimpulkan bahwa penyair ingin senantiasa mengingat tuhannya dimanapun berada. Karena ia hidup tidah hanya didunia namun masih ada alam akhir yang sedang menanti untuk datang kepadanya.